Saturday, September 25, 2010

Orang Yang Paling Dicintai Alloh dan Amal Yang Paling Dicintai Alloh

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ

Orang yang Paling Dicintai Alloh dan Amal yang Paling Dicintai Alloh.

Diriwayatkan dari Abdulloh Radhialloohu 'Anhu bahwa seorang lelaki datang menemui Rasululloh Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan berkata,

“Wahai Rasululloh, siapakah orang yang paling dicintai Alloh? Dan amal apakah yang paling dicintai Alloh?”

Maka Rasululloh Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menjawab,

“ORANG YANG PALING DICINTAI ALLOH ADALAH ORANG YANG PALING BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN.

AMAL YANG PALING DICINTAI ALLOH ADALAH KEGEMBIRAAN YANG DIBERIKANNYA KEPADA SEORANG MUSLIM,

ATAU MELEPASKANNYA DARI KESULITAN,

ATAU MELUNASKAN HUTANG- HUTANGNYA,

ATAU MEMBEBASKANNYA DARI RASA LAPAR.

SUNGGUH ANDAIKATA AKU (BERKESEMPATAN) UNTUK BERJALAN MENEMANI SESEORANG UNTUK MENUNAIKAN KEBUTUHANNYA LEBIH AKU SUKAI DARIPADA I’TIKAF DI MASJID INI (YAKNI MASJID AN- NABAWI) SELAMA SEBULAN.

BARANGSIAPA MENAHAN AMARAHNYA NISCAYA ALLOH AKAN MENUTUPI AIBNYA.

BARANGSIAPA MENGEKANG AMARAHNYA YANG IA MAMPU UNTUK MELAMPIASKANNYA NISCAYA ALLOH AKAN MEMENUHI HATINYA DENGAN PENGHARAPAN PADA HARI KIAMAT.

BARANGSIAPA BERJALAN MENEMANI SAUDARANYA UNTUK MENUNAIKAN KEBUTUHANNYA HINGGA SELESAI NISCAYA ALLOH AKAN MENEGUHKAN TAPAK KAKINYA PADA HARI TAPAK- TAPAK KAKI BANYAK YANG TERGELINCIR.

SESUNGGUHNYA AKHLAK YANG BURUK DAPAT MERUSAK AMAL, SEBAGAIMANA CUKA DAPAT MERUSAK MADU”.

Hasan, Diriwayatkan oleh: ath- Thabrani dalam al- Kabir No. III/209, dan XII/ 453, ath- Thabrani dalam ash- Shaghir No. II/ 35, Ibnu Asakir dalam Tarikh- nya No. XVIII/ 1, Ibnu Abid Dunya Dalam Qadhaaul Hawaaij No. 36, al- Mundziri dalam at- Targhiib No. III/ 394, asy- Syajari dalam al- Amali No. II/ 177 serta dicantumkan dalam Silsilah al- Ahaadiits ash- Shahiihah No. 906 oleh Syaikh al- Albani



Dalam Wasiat yang menyeru kepada setiap kebaikan bagi muslim dan muslimah ini, Rasululloh Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengisyaratkan kepada hamba dan amal yang paling dicintai Alloh. Wahai saudaraku para pembaca marilah bersama- sama kita... menyimak setiap kebaikan yang ada dalam wasiat yang sangat bermanfaat dan luas yang mengajak kepada perkara- perkara yang baik.

Apa yang dimaksud dalam sabda Nabi,

“Orang yang paling dicintai Alloh adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain”.

Ketahuilah bahwa yang dimaksud dengan manfaat di sini bukan hanya dari sisi materi saja. Akan tetapi meliputi berbagai manfaat lainnya seperti nashihat yang baik, masukan yang berguna dan sejenisnya. Seluruh perkara yang engkau mampu memberikan manfaat kepada saudaramu sesama kaum muslimin maka berikanlah, Niscaya engkau termasuk dalam golongan orang- orang yang dicintai Alloh.

Adapun sabda Nabi, “Amal yang paling dicintai Alloh” :

Pertama, Kegembiraan yang engkau berikan kepada seorang muslim.
Kegembiraan di hati seorang muslim bisa terwujud dengan menanyakan keadaannya, bisa terwujud dengan mengunjunginya, bisa terwujud dengan yang lainnya, wajib bagi setiap muslim menjauhkan diri dari seluruh perkara yang bisa menyebabkan kesedihan atas hati saudaranya sesama muslim.

Kedua, Melepaskan seorang muslim dari kesulitan.
Kurbah, artinya kesulitan yang sangat yang membuat seseorang sedih, murung dan susah. Alloh telah menjanjikan melalui lisan Rasul- Nya bahwa Dia akan melepaskan kesulitan- kesulitan di hari Akhirat, siapa saja yang melepaskan kesulitan kaum muslimin di Dunia.
Betapa kita membutuhkannya wahai saudaraku para pembaca yang budiman.

Ketiga, Melunasi hutang- hutangnya.
Sesungguhnya Alloh telah memberi bagian tertentu dari harta zakat bagi orang- orang yang terlilit hutang dan Alloh telah menjadikan bagi mereka hak- hak tertentu dari harta orang- orang kaya. Al- Ghaarimin adalah orang- orang yang terlilit hutang yang harus dilunasinya. Kemudian mereka tidak mendapatkan sesuatu untuk melunasinya. Orang- orang yang berharta dituntut secara syar’i untuk melunasi hutang orang- orang yang terlilit hutang ini.



Keempat, Melepaskannya dari Rasa Lapar.
Melepaskan rasa lapar dari orang- orang yang kelaparan merupakan salah satu amal kebajikan. Alloh akan membalas pelakunya dengan Jannah yang tinggi. Buah- buahan Jannah sangat dekat untuk dipetik. DI dalamnya terdapat kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.

Kelima, Berjalan menemani seseorang untuk menunaikan kebutuhannya lebih aku suakai daripada i’tikaf di masjid ini, yakni Masjid An- Nabawi selama sebulan penuh.

Ini merupakan isyarat keutamaan berjalan menemani kaum muslimin dalam menunaikan kebutuhan mereka yang tidak terdapat di dalamnya kemaksyiatan terhadap Alloh. Rasululloh Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menjelaskan bahwa waktu yang digunakan oleh setiap muslim dalam membantu menunaikan kebutuhan saudaranya tidak akan terbuang sia- sia.

Kalaulah engkau memberikan sedikit dari waktumu untuk saudaramu sesama muslim, engkau membantunya dalam menunaikan keperluannya, niscaya Alloh akan memberikan yang lebih baik daripada yang engkau berikan kepada saudaramu itu dan lebih banyak lagi dari apa yang engkau usahakan untuknya. Siapa yang menolong kebutuhan saudaranya maka Alloh akan menolong kebutuhannya.

Keutamaan berjalan menemani saudaramu untuk menunaikan keperluannya, baik keperluan itu dalam bentuk harta, ilmu, etika, agama, atau dunia, maka sesungguhnya Alloh akan meneguhkan tapak kakimu pada hari tapak- tapak kaki manusia tergelincir.

Rasululloh Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menutup wasiat ini dengan sabda beliau,

“Sesungguhnya akhlak yang buruk dapat merusak amal, sebagaimana cuka dapat merusak madu”.

Akhlak yang buruk dapat menggugurkan amal dan menghilangkan pahala, sebagaimana yang disabdakan Nabi dalam hadits, “Tahukah kamu siapa orang yang pailit?”

Oleh karena itu Wahai saudaraku para pembaca yang budiman, berusahalah melaksanakan wasiat yang universal dan bermanfaat untuk setiap kebaikan ini. Ketahuilah, setiap amal perbuatanmu akan diberi balasan, kelak engkau akan mendapati hasil perbuatanmu.

Tujuan kami semata hanyalah memperbaiki keadaanmu. Jika engkau orang yang sadar maka amalkanlah. Jika engkau orang yang tidur maka bangunlah dan dengarkanlah firman Alloh,

“Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu”. (QS. An- Nisaa’: 123).

Sumber: ’58 Wasiat Nabi Shallallaahu ‘alaihi Wa Sallam kepada setiap Muslim’ hal 161- 168. Syaikh Usamah Na’im Musthafa. Daar An- Naba’. Surakarta.

No comments: