Saturday, April 30, 2011

Do’a Seorang Ayah Untuk Anaknya.

Do’a Seorang Ayah Untuk Anaknya.

Syaikh Muhammad al- Mukhtar asy- Syinqithi menceritakan tentang seseorang yang dia adalah orang yang lemah, menderita, dan dalam keadaan yang sempit. Dia pergi mencari nafkah untuk ayahnya. Jika ia datang membawa upah kerjanya hari itu, maka ia letakkan uang- uang itu di atas dipan. Hal itu ia lakukan karena ia malu untuk menyerahkannya langsung dengan tangannya.

Setiap kali ia meletakkan uang di hadapan ayahnya, maka ayahnya selalu berdo’a kepada Alloh:

“Ya Alloh, berikanlah Rizqi Al- Qur’an kepada anakku, dan jadikan ia sebagai ahli Al- Qur’an”

Demikianlah hingga berlangsung dua puluh (20) tahun, ia sibuk dengan pekerjaannya. Hingga pada suatu hari, ketika ia pulang dari pekerjaannya, Alloh berkehendak untuk mempertemukannya dengan seorang ‘alim. Orang ‘alim tersebut adalah seorang tokoh yang pendapat- pendapatnya menjadi pegangan- pegangan orang- orang di negerinya. Orang ‘alim itu bertanya, “Apa kegiatanmu sekarang..?” Laki- laki tersebut menjawab, “Seperti yang anda lihat, saya berusaha mencari nafkah”.

Ulama tersebut berkata lagi, “Bisakah anda menyediakan waktu untuk saya sehari dalam seminggu?”, Laki- laki itu menjawab, “Ya, dengan senang hati”.

Maka laki- laki itu senantiasa pulang pergi kepada ulama itu untuk belajar. Tidak terasa, hingga tibalah hari di mana laki- laki itu harus melakukan tanya jawab pada sebuah sidang untuk mempertahankan risalah doktoralnya dalam bidang tafsir Al- Qur’an.

Ketika ia dipanggil untuk melakukan tanya jawab, dan ia telah duduk, maka tiba- tiba ulama yang menjadi Guru Besar sekaligus Dosennya itu berdiri karena hormat dan memuliakan laki- laki itu, dikarenakan keilmuannya. Kemudian ia berkata kepada laki- laki itu, “Silahkan Syaikh”. Padahal seperti kita ketahui , seorang dosen tidak biasa berdiri untuk memuliakan mahasiswanya.

Kemudian di hadapan khalayak umum, tiba- tiba guru besar itu berkata, “Ilmu dan pengetahuannya tentang Kitabulloh yang saya lihat dari laki- laki ini membawa saya untuk menumpahkan rasa hormat kepadanya dan mendorongku untuk memuliakannya”.

Ketika laki- laki itu telah dipersilahkan, maka ia pun duduk sambil bercucuran airmata. Maka sang Guru besar bertanya, “Mengapa anda menangis, padahal kami hanya ingin memuliakan anda?”

Laki- laki itu menjawab, “Saya teringat do’a ayah saya rahimahulloh: “Ya Alloh, berikan Rizqi Al- Qur’an kepada anakku, dan jadikanlah ia sebagai ahli Al- Qur’an”.

Berkat do’a ayahandanya, Alloh Ta’ala telah menghantarkan laki- laki ini meraih kedudukan yang mulia dan terhormat. Wallohu a’lam. (Rahmatudh Dhu’afaa’, dalam bentuk kaset rekaman: Tasjilatut Taqwa, Riyadh, 1417H. Syaikh Muhammad al- Mukhtar asy- Syinqithi).

Sumber: ‘Akhirnya Alloh ‘Azza Wa Jalla mengabulkan do’a Mereka: Kisah Do’a Orang- orang yang Dikabulkan!”. Hal. 68- 70. Shalih bin Rasyid bin Muhammad al- Huwaimil. Pustaka Ibnu ‘Umar. Bogor.

Tambahan:

14. Do’a Kedua Orang Tua.


24/ 32. Dari Abu Hurairoh Radhialloohu 'Anhu, Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Ada tiga (3) do’a yang tidak diragukan kemustajabannya, yaitu do’a orang yang dizhalimi (dianiaya), do’a orang musafir, dan do’a kedua orang tua kepada anaknya”.

Hasan, di dalam kitab ash- Shahiihah (598), Abu Dawud: 8- Kitab ash- Shalat, 29- bab ad- Du’a Bizhahril Ghaibi, at- Tirmidzi, 25- Kitab al- Birru wash- Shilah, 7- Bab Ma Ja’ala fi Da’watil Walidaini. Ibnu Majah: 34, Kitab Do’a, 11- Da’watul Walid Da’watul Mazhlum, hadits No. 3862).

Sumber: Shahih Adabul Mufrad. Hal. 47 (24/ 32). Syaikh al- Albani Rahimahulloh. Pustaka Azzam. Jakarta.

Tiga Orang Yang Do’anya dikabulkan.

Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Ada tiga (3) do’a yang tidak diragukan kemustajabannya, yaitu do’a orang yang dizhalimi (dianiaya), do’a orang musafir, serta do’a seorang ayah kepada anaknya”.

Shahih, HR. al- Bukhori dari Shahabat Abu Hurairoh: Shahih Adabul Mufrad: 372

Sumber: Dzikir dan Do’a Shahih dari Shahih Adabul Mufrad dan Shahih Jami’ush Shaghir. Hal 29. Syaikh al- Albani Rahimahulloh. Media Hidayah. Yogyakarta.

Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Ada tiga (3) do’a yang dikabulkan oleh Alloh –Subhaanahu Wa Ta'ala- yang tidak diragukan tentang do’a ini: (1) do’a kedua orang tua terhadap anaknya, (2) do’a musafir –orang yang sedang dalam perjalanan-, dan (3) do’a orang yang dizhalimi”.

Hasan, HR. al- Bukhori dalam al- Adabul Mufrad (No. 32, 481/ Shahih Adabul Mufrad (No. 24, 372)), Ahmad (II/ 258, 348, 478, 517, 523), Abu Dawud (No. 1536), at- Tirmidzi (No. 1905, 3448), Ibnu Majah (No. 3862), Ibnu Hibban (No. 2406/ al- Mawaarid), dan ath- Thayalisi (No. 2639), dari Shahabat Abu Hurairoh Radhialloohu 'Anhu. Lihat Silsilah al- Ahaadiits ash- Shahiihah, No. 596).

Sumber: “Birrul Walidain: Berbakti Kepada Orang Tua”. Hal. 85. Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafizhahulloh. Pustaka at- Taqwa. Bogor.

No comments: