Rabu, 04 Mei 2011

Ia merupakan do’a terbaik yang diucapkan oleh para Nabi

Keutamaan Laa Ilaaha Illallaah

Kalimat ini di samping memiliki beberapa keutamaan yang agung, ia juga memiliki kedudukan tersendiri di sisi Alloh Ta’ala. Barangsiapa mengucapkannya dengan jujur, maka Alloh akan memasukkannya ke dalam Surga, dan barangsiapa mengucapkannya dengan dusta, maka darah dan hartanya masih terjaga di dunia, akan tetapi kelak di akhirat hisabnya diserahkan kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Kalimat ini memang pendek lafazhnya, sedikit hurufnya, dan ringan diucapkan. Namun memiliki bobot yang sangat berat di dalam timbangan keadilan. Imam Ibnu Hibban dan al- Hakim telah meriwayatkan dari Abu Sa’id al- Khudri Radhialloohu 'Anhu, bahwa Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Musa pernah berkata, “Wahai Tuhan-ku, ajarilah aku sesuatu yang dapat aku pakai untuk ingat dan berdo’a kepada- Mu”, Alloh berfirman, “Wahai Musa, ucapkanlah Laa Ilaaha Illallaah”, Musa berkata, “Semua hamba- Mu mengucapkan kalimat ini”, Alloh berfirman, “Wahai Musa, seandainya tujuh (7) langit dan penghuninya selain Aku, dan tujuh (7) bumi diletakkan di salah satu daun timbangan dan Laa Ilaaha Illallaah lainnya, niscaya Laa ilaaha Illallaah lebih berat dari itu semua”. (HR. al- Hakim No. 1528, Ibnu Hibban No. 2324 dalam Mauridh Adh- Dam’an).

Hadits ini menunjukkan Laa Ilaaha Illallaah merupakan dzikir yang paling utama. Sebagaimana yang ditegaskan oleh hadits dari ‘Abdulloh bin ‘Umar Radhialloohu 'Anhuma, Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Sebaik- baik do’a adalah do’a di hari ‘Arafah, dan dia (adalah) sebaik- baik yang aku ucapkan, demikian pula para Nabi sebelumku, yaitu do’a LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR –Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Alloh Yang Maha Esa tidak ada sekutu bagi- Nya, Milik- Nya kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas Segala Sesuatu” (HR. Ahmad dan at- Tirmidzi dalam Ad- Da’wat, No. 3579).

Di antara dalil yang juga menunjukkan Laa Ilaaha Illallaah memiliki bobot yang sangat besar di dalam timbangan keadilan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam at- Tirmidzi, ia menghasankannya. An- Nasa’i dan al- Hakim, ia berkata hadits ini Shahih atas Syarat Imam Muslim. Dari Abdulloh bin ‘Amr Radhialloohu 'Anhu, Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Akan dipanggil seorang dari umatku di atas para pemuka makhluk pada hari Kiamat, kemudian dibentangkan baginya 900 Sijjiil (catatan amal), masing- masing sijjiil sepanjang pandangan mata, lalu dikatakan kepadanya, “Apa kamu mengingkari hal ini?” ia menjawab, “Tidak Wahai Tuhanku”. Ia ditanya, “Apa kamu punya alasan lain atau kebajikan?”, dengan rasa takut ia menjawab, “Tidak punya”, lalu ia diberitahu, “Sesungguhnya kamu memiliki kebajikan di sisi Kami dan kamu tidak akan didzalimi sedikitpun”, Kemudian dikeluarkan baginya sebuah Bithoqoh (kartu ucapan amal) yang di dalamnya tertulis Laa Ilaaha Illallaah. Maka ia berkata, “Wahai Tuhanku, apa maksud dari Bithoqoh dan Sijjiil ini?” Dikatakan kepadanya, “Engkau tidak akan didzalimi sedikitpun”, lalu Sijjil- sijjil itu diletakkan di salah satu daun timbangan, dan bithoqoh pada daun timbangan lainnya, tiba- tiba sijjil- sijjil itu menjadi ringan sedangkan bithoqoh malah bertambah berat”. (HR. at- Tirmidzi No. 2641 dalam Al- Iman, dan al- Hakim (I/ 5-6) dan selainnya).

Al- Hafizh Ibnu Rajab Rahimahulloh menyebutkan dalam risalahnya yang berjudul Kalimatul Ikhlas, bahwa kalimat yang agung ini memiliki banyak keutamaannya, beliau menyebutkan sebagiannya, dan memberi dalil bagi masing- masing keutamaannya, di antaranya:

1. Ia merupakan harga Surga

2. Barangsiapa mengucapkannya di akhir hayatnya, ia pasti masuk Surga

3. Ia menjadi penyelamat dari kekekalan Neraka

4. Ia menjadi sebab diampuninya seluruh dosa,

5. Ia merupakan kebajikan yang terbaik

6. Ia mampu memperbaharui Iman dalam hati,

7. Ia mampu mengalahkan lembaran- lembaran dosa

8. Ia mampu membuka tabir sampai berjumpa dengan Alloh Ta’ala bagi orang yang jujur mengucapkannya,

9. Ia merupakan do’a terbaik yang diucapkan oleh para Nabi,

10. Ia merupakan dzikir yang paling utama

11. Ia adalah amalan yang paling utama dan paling banyak pahalanya

yang menyamai pahala membebaskan beberapa budak,

12. Ia dapat menjaga dari syaithan

13. Ia menjadi pengaman kesengsaraan kubur dan kedahsyatan hari dikumpulkannya semua makhluk,

14. Ia menjadi syi’ar orang- orang mukmin tatkala dibangkitkan dari kubur

15. Ia menjadi kunci dibukanya delapan (8) pintu Surga hingga bisa masuk lewat pintu mana saja yang disukai,

16. Ia dapat mengeluarkan seseorang dari Siksa Neraka sekecill apapun amalnya.

(Kalimatul Ikhlaas, Ibnu Rajab al- Hanbali, Hal. 54- 56). Walloohu a'lam.


Sumber: ‘Hakekat Tauhid dan Makna Laa Ilaaha Illallaah”. Hal 107- 111. Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al- Fauzan. Pustaka al- Haura’. Yogyakarta.

Tidak ada komentar: