Friday, October 28, 2011

Di Dalamnya kalian memperoleh apa saja yang kalian inginkan dan kalian minta,

Bagaimana dengan Pasangan Wanita Penduduk Surga Kelak..??

Pernah ditanyakan kepada Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al- Utsaimin Rahimahulloh beberapa pertanyaan berikut:

1. Disebutkan bahwa kaum lelaki di Surga kelak akan mendapatkan Hurun ‘In (#bidadari bermata Jeli), bagaimana dengan kaum wanita..?
2. Apabila seorang wanita ahlul Jannah saat di dunia belum sempat menikah, atau ia menikah hanya saja suaminya tidak masuk Surga, Siapakah yang menjadi pasangan/ suaminya di Surga..?
3. Apabila seorang wanita pernah menikah dua kali di dunia (punya dua suami), nanti di Surga si Wanita bersama suami yang mana..? Mengapa Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan adanya istri- istri bagi para lelaki di Surga, namun tidak ada penyebutan suami- suami untuk para Wanita..?


Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahulloh menjawab satu persatu pertanyaan di atas,

1. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman tentang kenikmatan yang diperoleh penduduk Surga,

“Di Dalamnya kalian memperoleh apa saja yang kalian inginkan dan beroleh pula di dalamnya: apa saja yang kalian minta. Sebagai hidangan (persembahan) bagi kalian dari Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Fushshilat [41/ Ha Miim Assajdah_red] : 31- 32).


Dia Yang Maha Tinggi juga berfirman,

“Dan Di dalam Surga itu terdapat segala apa yang diinginkan oleh jiwa dan sedap dipandang mata, kalian pun kekal di dalamnya”. (QS. Az- Zukhruf: 71).


Dimaklumi bahwa menikah (mendapatkan pasangan hidup) termasuk hal yang palling didamba oleh setiap jiwa. Dengan demikian, hal itupun akan didapatkan di Surga oleh penghuninya, laki- laki atau perempuan. Jadi, kelak di Surga, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala akan menikahkan (memasangkan) seorang wanita dengan suaminya di dunia, sebagaimana firman – Nya (tentang do’a para Malaikat untuk orang- orang beriman):

“Wahai Rabb kami, Masukkanlah mereka ke Dalam Surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang- orang yang shaleh diantara bapak- bapak mereka, DAN ISTRI- ISTRI MEREKA serta anak keturunan mereka semuanya. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Memiliki Hikmah”. (QS. Ghafir / Al- Mu’min [40_red]: 8).


2. Jawaban Pertanyaan (yang kedua) diambil dari keumuman firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala,

“Di Dalamnya kalian memperoleh apa saja yang kalian inginkan dan beroleh pula di dalamnya: apa saja yang kalian minta. Sebagai hidangan (persembahan) bagi kalian dari Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Fushshilat [41/ Ha Miim Assajdah_red]: 31- 32).


Dia Yang Maha Tinggi juga berfirman,

“Dan Di dalam Surga itu terdapat segala apa yang diinginkan oleh jiwa dan sedap dipandang mata, kalian pun kekal di dalamnya”. (QS. Az- Zukhruf: 71).


Dengan demikian jika seorang wanita menjadi penghuni Surga padahal di dunia ia belum menikah atau suaminya bukan ahlul Jannah, di Surga tentu ada pula kaum lelaki yang di dunia belum sempat menikah. Para lelaki inilah yang akan beroleh istri- istri dari kalangan bidadari dan juga istri- istri dari kalangan wanita penduduk dunia, jika para lelaki ini menghendaki dan jiwa mereka berhasrat. Demikian pula yang kita katakan tentang wanita yang ketika di dunia tidak memiliki suami atau suaminya tidak masuk Surga bersamanya. Jika si wanita menghendaki untuk menikah, pasti ia akan dapatkan apa yang dikehendakinya, berdasarkan keumuman ayat di atas.

Adapun nash khusus terkait dengan hal ini, sekarang belum tampak bagi kami. Ilmunya ada di sisi Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

3. Jika seorang wanita memiliki dua suami ketika di dunia (pernah menikah dua kali), pada hari kiamat di Surga kelak ia akan diberi pilihan di antara kedua suaminya. Jika di dunia, si wanita belum sempat menikah, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala akan menikahkannya dengan seseorang yang menyenangkan pandangan matanya di Surga.

Kenikmatan di Surga pun tidaklah hanya dirasakan oleh kaum pria, namun oleh semuanya, baik pria maupun wanita. Di antara sejumlah nikmat tersebut adalah mendapat pasangan (menikah).

Pertanyaan penanya: Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan tentang hurun ‘in yang menjadi istri- istri lelaki ahlul Jannah, namun Alloh Ta’ala tidak menyebutkan pasangan bagi kaum wanita..?., Kami jawab,

“Alloh Subhanahu Wa Ta'ala hanya menyebutkan istri- istri bagi para suami karena seorang prialah yang mencari dan menginginkan wanita (bukan wanita yang mencari pasangan hidupnya, dia adalah pihak yang dicari). Oleh karena itu, Alloh 'Azza Wa Jalla menyebutkan istri- istri bagi para pria di dalam Surga dan tidak menyebutkan suami- suami bagi para wanita. Akan tetapi tidaklah berarti bahwa para wanita tidak memiliki Suami di Surga kelak. Mereka punya suami dari Kalangan Bani Adam (Manusia). (Majmu’ Fatawa Wa Rasail Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin, 2/ 51- 53).


Kita memohonkan kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala agar memasukkan kita ke dalam Negeri Kenikmatan yang kekal abadi, yang dikatakan- Nya:

“Dan Di dalam Surga itu terdapat segala apa yang diinginkan oleh jiwa dan sedap dipandang mata, kalian pun kekal di dalamnya”. (QS. Az- Zukhruf: 71).


Dan dinyatakan oleh Rasul- Nya Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam sebagai kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga, dan tiada pula pernah terbesit di hati manusia. Wallohu Ta’ala a’lam Bish-Showab.

Tambahan:

Imam Ahmad Rahimahulloh membawakan dalam Musnad-nya, Hadits Abu Hurairoh Radhiallohu 'Anhu dari Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam,

“Seorang lelaki penghuni Surga akan mendapatkan dua istri dari Hurun ‘In. Pada setiap bidadari tersebut ada tujuh puluh pakaian/ perhiasan. Terlihat sumsum betisnya dari balik pakaiannya”. (Dinyatakan Shahih oleh Syaikh al- Albani Rahimahulloh dalam Shahiihul Jaami’ No. 2564).


Hurun ‘In = Bidadari yang bermata jeli, bagian hitam matanya sangat hitam dan bagian putihnya sangat putih, sebagaimana keterangan al- Imam al- Bukhari Rahimahulloh dalam Shahiihnya, Kitabul Jihad Was Sair, Bab “al- Hurun ‘In Wa Shifatihinna”.

Sumber: Majalah Asy Syariah Vol. VII/ No. 75/ 1432H/ 2011, Rubrik Sakinah- Niswah: ‘Wanita Surga dalam Sebutan Sunnah Yang Mulia’. Hal. 96-99- 103. Ustdzh Ummu Ishaq al- Atsariyah.

Footnote:

2564. “Rombongan pertama yang masuk Surga adalah seperti rupa Bulan Purnama, dan rombongan kedua adalah lebih bagus dari rupa bintang gemerlap di langit, setiap laki- laki mereka memiliki dua istri, pada setiap istri ada tujuh puluh buah perhiasan, [Tulang Sumsum] betisnya tampak dari belakangnya”.


Shahih, [Musnad Imam Ahmad bin Hanbal, dan Sunan at- Tirmidzi] dari Shahabat Abu Sa’id Radhiallohu 'Anhu. Hadits ini dapat dilihat juga dalam kitab Silsilah al- Ahaadiits ash- Shahiihah, No. 1736, Syarh as- Sunnah No. 4374 Karya al- Baghawi dalam Hadits Ibnu al- Ja’d, dan [al- Mu’jam al- Kabir karya Imam ath- Thabrani] dari Shahabat Ibnu Mas’ud Radhiallohu 'Anhu.



Sumber: ‘Shahih Al Jami’ Ash- Shaghir II’ Hal. 416, Hadits No. 2564. Syaikh Muhammad Nashiruddin al- Albani. Pustaka Azzam, Jakarta.

No comments: