Jumat, 22 Oktober 2010

13. ‘Arsy (Singgasana) Alloh ‘Azza Wa Jalla.

13. ‘Arsy (Singgasana) Alloh ‘Azza Wa Jalla.

Ahlus Sunnah Wal Jama'ah mengimani bahwa ‘Arsy Alloh dan Kursi- Nya adalah benar adanya. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Maka, Maha Tinggi Alloh, Raja Yang Sebenarnya, tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain Dia, Rabb (Yang mempunyai) ‘Ary yang Mulia”. (QS. Al- Mu’minuun: 116).

Juga Firman- Nya,

“Yang mempunyai ‘Arsy, lagi Maha Mulia”. (QS. Al- Buruuj: 15).

Apabila seorang mukmin mengalami kesulitan, Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam mengajarkan untuk membaca,

LAA ILAAHA ILLALLAAHUL ‘AZHIIMUL HALIIM, LAA ILAAHA ILLALLAAHU ROBBUL ‘ARSYIL ‘AZHIIM, LAA ILAAHA ILLALLAAHU ROBBUS SAMAAWAATI, WA ROBBUL ARDHI, WA ROBBUL ‘ARSYIL KARIIM.

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Alloh, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun, Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Alloh, Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang Agung, Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Alloh, Rabb Langit, dan juga Rabb Bumi, serta Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang Mulia”.

HR. al- Bukhori No. 6345, Muslim No. 2730, at- Tirmidzi No. 3435, dan Ibnu Majah No. 3883, dari Shahabat Ibnu ‘Abbas Radhialloohu 'Anhuma.

Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

“...apabila engkau memohon kepada Alloh maka mohonlah kepada- Nya Surga Firdaus. Sesungguhnya ia (adalah) Surga yang paling utama dan paling tinggi. Di atasnya terdapat ‘Arsy Alloh Yang Maha Pengasih..”

HR. al- Bukhori No. 2970, 7423, Ahmad (II/ 335. 339), dan Ibnu Abi ‘Ashim (No. 581), dari Shahabat Abu Hurairoh Radhialloohu 'Anhu.


‘Arsy adalah singgasana yang memiliki beberapa tiang yang dipikul oleh para Malaikat. Ia menyerupai kubah bagi alam semesta. ‘Arsy juga merupakan atap seluruh makhluk. (Lihat Syarhul ‘Aqiidah ath- Thahawiyyah (hal. 366- 367), takhrij dan ta’liq Syu’aib al- Arnauth dan ‘Abdullah bin ‘Abdil Muhsin at- Turki).

‘Arsy Alloh dipikul oleh para Malaikat, dan jarak antara pundak Malaikat tersebut dengan telinganya sejauh perjalanan 700 tahun. Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Telah dizinkan bagiku untuk bercerita tentang sosok Malaikat dari Malaikat- malaikat Alloh ‘Azza Wa Jalla yang bertugas sebagai pemikul ‘Arsy. Sesungguhnya jarak antara daun telinganya sampai ke bahunya adalah sejauh perjalanan 700 tahun”.

Shahiih, HR. Abu Dawud No. 4727, dari Shahabat Jabir bin ‘Abdillah Radhialloohu 'Anhuma, sanadnya Shahiih. Syaikh al- Albani membawakan riwayat: “Sejauh perjalanan 700 tahun burung terbang”. Lihat Silsilatul Ahaadiits ash- Shahiihah No. 151, Syarhul ‘Aqiidah ath- Thahawiyyah No. 368, takhrij dan ta’liq Syu’aib al- Arnauth dan ‘Abdullah bin ‘Abdil Muhsin at- Turki.

Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam juga bersabda,

“Perumpamaan langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi seperti cincin yang dilemparkan di Padang Sahara yang luas, dan keunggulan ‘Arsy atas Kursi seperti keunggulan padang Sahara yang luas itu atas Cincin tersebut”.

HR. Muhammad bin Abi Syaibah dalam Kitaabul ‘Arsy, dari Shahabat Abu Dzarr al- Ghifari Radhialloohu 'Anhu. Dihasankan oleh Syaikh al- Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash- Shahiihah (I/ 223, No. 109).

Adapun tentang Kursi, Alloh Ta’ala berfirman,

“Dan Kursi Alloh meliputi Langit dan Bumi”. (QS. Al- Baqarah: 255).
Dari Sa’id bin Jubair bahwasanya ketika Shahabat ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhialloohu 'Anhuma menafsirkan firman Alloh ‘WASI’A KURSIYYUHUS SAMAAWAATI WAL ARDHO’ ‘Kursi Alloh meliputi Langit dan Bumi’, beliau berkata,

“Kursi adalah tempat meletakkan kedua kaki Alloh, sedangkan ‘Arsy tidak ada yang dapat mengetahui ukuran besarnya melainkan hanya Alloh Ta’ala”.

Diriwayatkan oleh ath- Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (No. 12404), al- Hakim (II/ 282), dan dishahiihkannya serta disetujui oleh adz- Dzahabi. Lihat Syarhul ‘Aqiidah ath- Thahawiyyah (Hal. 368- 369), takhrij dan ta’liq Syu’aib al- Arnauth dan ‘Abdullah bin ‘Abdil Muhsin at- Turki.

Imam ath- Thahawi (wafat th. 321H) Rahimahulloh berkata,

“Alloh tidak membutuhkan ‘Arsy dan apa yang di bawahnya. Alloh menguasai segala sesuatu dan apa yang di atasnya. Dan Dia tidak memberi kemampuan kepada makhluk- Nya untuk mengetahui segala sesuatu”.

Kemudian beliau Rahimahulloh menjelaskan, “Bahwa Alloh menciptakan ‘Arsy dan bersemayam di atasnya, bukanlah karena Alloh membutuhkan ‘Arsy tetapi Alloh mempunyai hikmah tersendiri tentang hal itu”. Ibid, hal. 372.

Sumber: ‘Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah’ Hal. 201- 204. Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Pustaka Imam asy- Syafi’i. Bogor

Tidak ada komentar: