Sunday, March 27, 2011

Do’a ‘Ulbah bin Zaid Radhialloohu 'Anhu Sebagai Sedekah yang Diterima.

Do’a ‘Ulbah bin Zaid Radhialloohu 'Anhu Sebagai Sedekah yang Diterima.

Pada tahun 9H Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam mengumumkan kepada para Shahabat Radhialloohu 'Anhum untuk pergi berperang melawan Romawi di Tabuk. Saat itu kota Madinah sedang dilanda musim paceklik dan musim kemarau yang panas. Setelah Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam selesai mengumumkan seruan perang, maka satu persatu Shahabat datang kepada Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam. Di antara mereka ada yang mendaftarkan dirinya guna mengikuti peperangan, sedangkan sebagian yang lain datang dengan membawa sedekah dari harta yang mereka punya.

Sebagian besar Shahabat Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam adalah orang- orang yang tidak punya atau miskin. Meski begitu, mereka tetap bersemangat tinggi untuk mengikuti pertempuran yang diserukan oleh Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam di bumi seberang. Tujuh (7) shahabat yang tergolong miskin saat itu mendatangi Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam untuk mendaftarkan diri menjadi calon tentara di medan perang. Besar harapan mereka untuk ikut serta dalam pertempuran ini, walaupun mereka tidak punya harta untuk bekal.

Akan tetapi mereka harus bersedih karena keadaan mereka tidak memungkinkan untuk membawa mereka berperang, karena Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam tidak mempunyai bekal lagi untuk keberangkatan mereka.

Ulbah bin Zaid Radhialloohu 'Anhu adalah salah seorang shahabat yang sangat bersedih karena tidak diizinkan Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam untuk ikut berperang. Beliau sangat sedih melihat para shahabat yang lain datang membawa sedekahnya masing- masing kepada Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam sedangkan dirinya tidak mampu berbuat apa- apa. Jangankan untuk disedekahkan, untuk makan sendiri pun ia tidak punya. Akhirnya Ulbah kembali dengan menahan air mata yang makin lama makin tak kuasa untuk dibendung.

Pada malam harinya, Ulbah bangun untuk mengerjakan Sholat malam, mengadukan keadaannya kepada Alloh Subhaanahu Wa Ta'ala Yang Maha Kuasa. Beliau sholat dengan sangat panjang dan khusyu’. Beliau tumpahkan air matanya saat itu, mengadu di hadapan Alloh Subhaanahu Wa Ta'ala. Beliau Radhialloohu 'Anhu berdo’a:

“Ya Alloh, Sesungguhnya Engkau memerintahkanku untuk berjihad, dan menjanjikan pahala di dalamnya. Namun Engkau belum berkenan memberikan harta yang bisa kugunakan untuk bekal. Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam juga tidak bisa menemukan bekal untuk memberangkatkanku pergi berjihad. Maka sekarang, aku akan menyedekahkan untuk setiap muslim yang berangkat ke medan jihad, dengan segala kedzoliman yang telah aku terima dari semua orang yang telah mendzolimiku, pada hartaku, badanku, atau kehormatanku...”

Inilah do’a yang dipanjatkan oleh Ulbah bin Zaid Radhialloohu 'Anhu yang fakir dan tidak berdaya dalam do’a beliau.

Maka pada keesokan harinya, beliau berkumpul bersama para shahabat yang lain. Tiba- tiba Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bertanya, “Siapa yang telah bersedekah tadi malam?” akan tetapi tidak ada yang merasa telah bersedekah. Kemudian beliau Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam ulangi pertanyaan yang serupa, “Siapa yang bersedekah? Ayo berdiri!” lantas berdirilah Ulbah bin Zaid Radhialloohu 'Anhu dan menceritakan kejadian tadi malam, kemudian Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Berbahagialah, Sungguh demi jiwaku yang berada di Tangan- Nya, sedekah itu telah dicatat dalam sedekah yang diterima oleh Alloh ‘Azza Wa Jalla”.

Subhanalloh, walaupun tidak mempunyai apa- apa, Ulbah bin Zaid Radhialloohu 'Anhu tidak berkecil hati untuk berusaha membantu saudaranya dalam membela agama Alloh Subhaanahu Wa Ta'ala dengan menyedekahkan do’a yang tulus kepada mereka. Wallohu a’lam. (al- Bidayah Wan Nihayah VII/ 151- 152).


Sumber: Majalah Tarjim- Suplemen Majalah al- mawaddah. Edisi khusus Dzulhijjah 1431H- Muharrom 1432H. Hal.13- 15. Kisah Shahabat.

No comments: